Masih Adakah Orang Jujur DiKota Bandung, Orang Ini Membuktikan Dengan Eksperimen!

Buat lebih bermanfaat, bagikan:

Dunia sudah penuh dengan orang cerdas. Namun, dunia masih kekurangan orang jujur. Kata – kata itu adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keadaan Indonesia saat ini. Tidak hanya Indonesia, bahkan seluruh dunia. Ketidakjujuran bisa jadi salah satu penyebab bobroknya suatu generasi. Kali ini tim dari sebuah televisi swasta sedang melakukan sebuah sosial eksperimen.

Mereka pergi ke Kota Bandung untuk melihat apakah para pedagang kaki lima di Bandung jujur atau tidak ketika diberikan uang berlebih. Skenarionya adalah mereka akan memberikan uang sebesar 50 Ribu Rupiah dan membeli barang yang jumlahnya hanya sekitar 5 Ribu Rupiah kemudian melenggang pergi. Kira – kira bagaimana ya reaksi dari para pedagang kali lima ini? Mari kita lihat

 

Pedagang kali lima yang pertama kali mereka uji adalah seorang pedagang gorengan di pinggir Jalan Saparua Bandung. Seorang wanita yang berperan sebagai agen dalam sosial eksperimen ini membeli gorengan seharga 5 Ribu Rupiah saja kepada sang pedagang kaki lima.

Tak lama terlihat tukang gorengan ini sigap melayani sang wanita. Tak lama sang wanita pun berpura – pura sibuk menelpon temannya dan langsung pergi begitu saja tanpa meminta uang kembalian sebesar 45 Ribu Rupiah. Namun, dengan cepat sang tukang gorengan mengejar tim yang sedang menyamar tersebut dan memberikan 45 Ribu Rupiah kepada wanita tersebut.

Pedagang kedua adalah pedagang cilok atau penganan yang dapat dengan mudah kita temukan di Jalanan Bandung. Cilok adalah tepung kanji yang dalam Bahasa Sunda Disebut “aci” dan disajikan dengan cara di tusuk atau “di colok”. Kali ini tim yang turun adalah seorang laki – laki. Dirinya membeli cilok sebesar 5 RIbu Rupiah dan memberikan uang sebesar 50 Ribu Rupiah.

Tak lama kemudian sang laki – laki dari tim terlihat sibuk dengan telepon genggamnya dan berlalu pergi tanpa meminta kembalian. Siapa sangka, sang pedagang cilok justru diam tanpa kata dan membiarkan sang laki – laki pergi.

Laki – laki tersebut pun mencoba untuk kembali lagi dengan pura – pura bertanya alamat. Barulah sang pedagang cilok mengembalikan uang sebesar 45 Ribu Rupiah kepada sang laki – laki dan berdalih dirinya lupa memberikan kembalian kepada dirinya.

Pedagang ketiga yang dicoba kejujurannya oleh tim yang menjalankan sosial eksperimen ini adalah tukang minuman yang biasa menjajakan minumannya di pinggir jalan. Sang wanita dalam percobaan pedagang pertama mencoba kembali turun dan membeli sebuah air mineral kemasan. Skenarionya pun sama dengan dua pedagang di atas.

Kali ini justru pedagang minuman terlihat menghilang dan mencari kembalian ke rekannya sesama pedagang kaki lima kemudian mengejar sang wanita tersebut untuk memberikan uang kembaliannya.

Ketika diwawancara oleh tim, sang pedagang minuman berkata bahwa dirinya sengaja mengejar untuk memberikan kembalian kepada wanita tersebut karena wanita itu belum jauh dan dirinya masih bisa mengejarnya. Mungkin jika wanita tersebut sudah pergi menjauh, sang pedagang minuman ini akan mengurungkan niatnya karena dia takut dagangan minumannya di curi.

Buat lebih bermanfaat, bagikan:

Tinggalkan Komentar